SEARCH :
     
                Advanced Search













Fisik dan Lingkungan Alam

Fisik Lingkungan Jawa

   Pulau Jawa menurut sejarah geologi regional adalah bagian dari gugusan kepulauan Sunda Besar dan paparan Sunda dan merupakan ujung tenggara benua Asia sebelum jaman es mencair. Berada pada posisi geografis 6°30´ LU - 8°0´ LS dan 105°0´ BT - 115°0´BT.

   Pulau Jawa tergolong salah satu pulau besar di Indonesia . Apabila diurutkan menurut luasnya Pulau Jawa termasuk pulau terbesar ketigabelas di dunia. Luas Pulau Jawa sekitar 138.793,6 km 2 dengan jumlah penduduk menurut data statsitik 2006 sebanyak 125 juta sehingga kepadatan kepadatan penduduk di Pulau Jawa mencapai 979 jiwa per km 2 . Berdasarkan jumlah dan kepadatan penduduk yang ada, Pulau Jawa dapat dikatakan sebagai pulau terbanyak dan terpadat penduduknya di dunia. Penduduk Pulau Jawa terdiri atas beberapa suku, tetapi jika ditinjau dari jumlah suku yang ada, Pulau Jawa lebih banyak dihuni oleh suku Sunda dan Suku Jawa. Suku Sunda kebanyakan bermukim di Pulau Jawa bagian barat sedangkan suku Jawa bermukim di sebelah tengah dan timur. Meskipun demikian di Pulau Jawa bagian barat juga terdapat kantong-kantong komunitas suku Jawa atau suku bangsa yang berbahasa Jawa.



   Demikian pula sebaliknya di Pulau Jawa bagian tengah banyak ditemukan kantung-kantong komunitas suku Sunda atau suku bangsa yang berbahasa Sunda, terutama di Kabupaten Brebes dan Kabupaten Cilacap . Selain kedua suku tersebut, di Pulau Jawa juga terdapat suku Madura, dan suku Bali di Jawa Timur dan suku Betawi di sebelah Jawa bagian barat, di kota Jakarta dan sekitarnya.
Menurut pembagian wilayah administratif pulau Jawa dibagi menjadi enam provinsi: Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta , Provinsi Banten , Provinsi Jawa Barat , Provinsi Jawa Tengah , Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta , Provinsi Jawa Timur .



   Provinsi Banten terletak di Ujung Barat Pulau Jawa pada posisi geografis 105º1'11² - 106º7'12² BT dan 5º7'50² - 7º1'1² LS, luas wilayah 8.651,20 Km 2 .   Secara adminsitrasi terdiri atas 4 Kabupaten dan 2 Kota yaitu : Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Cilegon. Batas wilayah sebelah Utara berbatasan dengan Laut Jawa, sebelah Barat dengan Selat Sunda, serta di bagian Selatan berbatasan dengan Samudera Hindia.
Topografi wilayah Provinsi Banten terdiri atas dataran rendah berkisar pada ketinggian 0 – 1.000 m dpl dan sebagian kecil berupa dataran tinggi. Secara umum kondisi topografi wilayah Provinsi Banten merupakan dataran rendah yang berkisar antara 0 – 200 m dpl yang terletak di daerah Kota Cilegon, Kota Tangerang, Kabupaten Pandeglang, dan sebagian besar Kabupaten Serang. Adapun daerah Lebak Tengah dan sebagian kecil Kabupaten Pandeglang memiliki ketinggian berkisar 201 – 2.000 m dpl dan daerah Lebak Timur memiliki ketinggian 501 – 2.000 m dpl yang terdapat di Puncak Gunung Sanggabuna dan Gunung Halimun.


   Kondisi topografi tersebut tidak lepas dari bentuk bentang alam (morfologi) yang dapt dikelompokkan menjadi 3 yakni dataran, perbukitan landai-sedang (bergelombang rendah-sedang) dan perbukitan terjal. Bagian utara dan selatan Provinsi Banten merupakan morfologi dataran rendah dengan ketinggian kurang dari 50 meter dpl (di atas permukaan laut) sampai wilayah pantai yang mempunyai ketinggian 0 – 1 m dpl. Bagian tengah Banten merupakan daerah dengan morfologi Perbukitan Bergelombang rendah-sedang. Wilayah perbukitan berada di bagian utara Kota Cilegon sebagai bagian wilayah puncak Gunung Gede yang diperkirakan memiliki ketinggian 550 m dpl, Perbukitan lain ada di bagian selatan Banten terutama di Kabupaten Serang dan di Kabupaten Pandeglang. Di bagian timur tepatnya di Kabupaten Lebak terdapat perbukitan yang berbatasan dengan Bogor dan Sukabumi.


   Provinsi Jawa Barat berada di bagian barat Pulau Jawa . Wilayahnya berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Jawa Tengah di timur, Samudra Hindia di selatan, serta Banten dan DKI Jakarta di barat, berada pada posisi geografis 05° 45´ LS - 7°45´ dan 106° 25´ – 106° 55 ´BT. Kawasan pantai utara merupakan dataran rendah. Di bagian tengah merupakan pegunungan, yakni bagian dari rangkaian pegunungan yang membujur dari barat hingga timur Pulau Jawa . Titik tertingginya adalah Gunung Ciremay , yang berada di sebelah barat daya Kota Cirebon . Sungai-sungai yang cukup penting adalah Sungai Citarum dan Sungai Cimanuk , yang bermuara di Laut Jawa .



   Provinsi Jawa Tengah berada di tengah Pulau Jawa yang berbatasan dengan Provinsi Jawa Barat di sebelah barat, Samudra Hindia dan Daerah Istimewa Yogyakarta di sebelah selatan, Jawa Timur di sebelah timur, dan Laut Jawa di sebelah utara. Luas wilayahnya 32.548 km², atau sekitar 25,04% dari luas pulau Jawa. Provinsi Jawa Tengah juga meliputi Pulau Nusakambangan di sebelah selatan (dekat dengan perbatasan Jawa Barat ), serta Kepulauan Karimun Jawa di Laut Jawa. Kawasan pantai utara Jawa Tengah memiliki dataran rendah yang sempit. Di kawasan Brebes selebar 40 km dari pantai, dan di Semarang hanya selebar 4 km. Dataran ini bersambung dengan depresi Semarang-Rembang di timur. Gunung Muria pada Jaman Holosen merupakan pulau terpisah dari Jawa, yang akhirnya menyatu karena terjadi endapan aluvial dari sungai-sungai yang mengalir. Di selatan kawasan tersebut terdapat Pegunungan Kapur Utara dan Pegunungan Kendeng , yakni pegunungan kapur yang membentang dari sebelah timur Semarang hingga Lamongan (Jawa Timur).